MIKROTIK ROUTEROS

Mengonfigurasi Koneksi Internet Menggunakan PPPoE dan DHCP
Panduan lengkap mengonfigurasi koneksi internet di router MikroTik
Informasi Penulis
Penulis: Jovian Ekasakta
Guru: Arief Wahyudin
Kelas: XI TJKT 03
Sekolah: Dwija Bhakti 01 Jombang

1. KONFIGURASI PPPoE CLIENT DI MIKROTIK

SERVICE IP pada MikroTik RouterOS
topologi

topologi yang digunakan

SERVICE IP pada MikroTik RouterOS
KONFIGURASI PPPoE CLIENT DI MIKROTIK

Dari sumber MikroTik Documentation (2023), PPPoE (Point-to-Point Protocol over Ethernet) adalah protokol jaringan yang memungkinkan perangkat terhubung ke server akses internet melalui koneksi Ethernet. PPPoE merupakan pengembangan dari protokol PPP yang sebelumnya digunakan dalam koneksi dial-up dan merupakan pengganti dari PPPoA.

Untuk mengkonfigurasi PPPoE Client melalui CLI pada MikroTik, gunakan perintah berikut:

/interface pppoe-client add name=pppoe-isp interface=ether1 user=username password=password
# Membuat interface PPPoE client dengan nama 'pppoe-isp' di ether1

Dari sumber MKController (2025), konfigurasi PPPoE Client pada MikroTik melibatkan beberapa parameter penting yang harus diisi, terutama username dan password yang diberikan oleh ISP serta interface yang terhubung ke jaringan ISP.

/interface pppoe-client add name=pppoe-isp interface=ether1 user=username password=password add-default-route=yes use-peer-dns=yes default-route-distance=1
# Parameter tambahan: add-default-route=yes akan menambahkan rute default secara otomatis
# use-peer-dns=yes akan menggunakan DNS server dari ISP

Untuk memeriksa status koneksi PPPoE yang sudah dibuat, gunakan perintah:

/interface pppoe-client monitor 0 (angka 0 adalah nomor indeks interface PPPoE)

Dari sumber SystemZone (2021), setelah konfigurasi PPPoE client berhasil, diperlukan juga konfigurasi NAT untuk memastikan klien di jaringan lokal dapat mengakses internet melalui koneksi PPPoE tersebut:

/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=pppoe-isp action=masquerade
# Menambahkan aturan NAT untuk koneksi internet

Untuk memantau koneksi PPPoE yang aktif:

/ppp active print
# Menampilkan semua koneksi PPP aktif termasuk PPPoE

Jika perlu memutuskan dan menghubungkan kembali koneksi PPPoE, gunakan perintah berikut:

/interface pppoe-client disable pppoe-isp
# Menonaktifkan interface PPPoE client
/interface pppoe-client enable pppoe-isp
# Mengaktifkan kembali interface PPPoE client

Dari sumber Forum MikroTik (2018), pastikan bahwa password PPPoE tidak disimpan dalam bentuk plaintext di router untuk menghindari risiko keamanan. Sebaiknya gunakan fitur enkripsi password di MikroTik.

Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa konfigurasi PPPoE Client di MikroTik adalah cara umum untuk menghubungkan router ke ISP yang menggunakan autentikasi username dan password. Dengan menggunakan perintah CLI yang tepat, koneksi PPPoE dapat dikonfigurasi dengan mudah dan dilengkapi dengan fitur routing dan NAT untuk berbagi koneksi internet ke jaringan lokal.

2. KONFIGURASI DHCP CLIENT DI MIKROTIK

SERVICE IP pada MikroTik RouterOS
KONFIGURASI DHCP CLIENT DI MIKROTIK

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), DHCP Client pada RouterOS memungkinkan router untuk mendapatkan alamat IP secara otomatis dari DHCP Server. Client akan menerima alamat IP, netmask, gateway default, dan alamat DNS server yang akan ditambahkan ke interface dan tabel routing secara dinamis.

Untuk mengkonfigurasi DHCP Client melalui CLI, gunakan perintah berikut:

/ip dhcp-client add interface=ether1 disabled=no
# Membuat dan mengaktifkan DHCP client pada interface ether1

Dari sumber MKController (2025), konfigurasi DHCP Client sangat sederhana tetapi dapat diperkaya dengan beberapa parameter tambahan:

/ip dhcp-client add interface=ether1 add-default-route=yes use-peer-dns=yes use-peer-ntp=yes
# Parameter add-default-route=yes: menambahkan rute default dari DHCP server
# use-peer-dns=yes: menggunakan DNS server dari DHCP server
# use-peer-ntp=yes: menggunakan NTP server dari DHCP server

Untuk melihat status dan detail DHCP client yang telah dikonfigurasi:

/ip dhcp-client print detail

Dari sumber SystemZone (2021), konfigurasi DHCP Client pada MikroTik juga memerlukan pengaturan NAT untuk memastikan klien di jaringan lokal dapat mengakses internet:

/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
# Menambahkan aturan NAT menggunakan interface yang dikonfigurasi sebagai DHCP client

Untuk mengkonfigurasi gateway LAN agar klien lokal dapat berkomunikasi melalui router MikroTik:

/ip address add address=192.168.88.1/24 interface=ether2
# Menambahkan alamat IP untuk gateway LAN pada interface ether2

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), jika interface yang digunakan oleh DHCP client adalah bagian dari konfigurasi VRF, maka rute default dan rute lain yang diterima dari server DHCP akan ditambahkan ke tabel routing VRF.

Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa konfigurasi DHCP Client di MikroTik adalah cara termudah untuk mendapatkan alamat IP secara otomatis dari ISP yang mendukung DHCP. Dengan beberapa baris perintah CLI, router dapat dikonfigurasi untuk mendapatkan semua parameter jaringan secara otomatis dan berbagi koneksi internet ke jaringan lokal melalui NAT.

3. KONFIGURASI DHCP SERVER UNTUK JARINGAN LOKAL

SERVICE IP pada MikroTik RouterOS
KONFIGURASI DHCP SERVER UNTUK JARINGAN LOKAL

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), DHCP Server pada RouterOS memungkinkan distribusi alamat IP secara otomatis ke perangkat dalam jaringan. Implementasi ini sesuai dengan RFC 2131 dan mendukung fungsi dasar seperti pemberian lease alamat IP, gateway default, nama domain, dan informasi server DNS serta WINS.

Langkah pertama untuk mengkonfigurasi DHCP Server adalah membuat IP Pool:

/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.88.10-192.168.88.254
# Membuat pool alamat IP untuk DHCP server

Dari sumber MKController (2025), setelah membuat IP pool, langkah selanjutnya adalah membuat DHCP server dan jaringannya:

/ip dhcp-server add name=dhcp-lan interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
# Membuat DHCP server dengan nama 'dhcp-lan' pada interface ether2
/ip dhcp-server network add address=192.168.88.0/24 gateway=192.168.88.1 dns-server=8.8.8.8,8.8.4.4
# Menambahkan jaringan untuk DHCP server dengan gateway dan DNS server

Alternatif lebih cepat untuk konfigurasi DHCP server adalah menggunakan wizard DHCP setup:

/ip dhcp-server setup

Wizard ini akan memandu Anda melalui proses konfigurasi dengan beberapa pertanyaan.

Dari sumber Timigate (2017), untuk melihat klien yang mendapatkan alamat IP dari DHCP server:

/ip dhcp-server lease print
# Menampilkan daftar lease DHCP yang diberikan kepada klien

Untuk menetapkan alamat IP statis bagi klien tertentu:

/ip dhcp-server lease add address=192.168.88.50 mac-address=00:11:22:33:44:55 client-id="komputer-lab-1"
# Memberikan alamat IP statis berdasarkan MAC address

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), untuk menemukan server DHCP rogue (tidak sah) di jaringan Anda, gunakan fitur DHCP Alert. Ini akan memantau interface ethernet untuk semua respons DHCP dan memeriksa apakah respons tersebut berasal dari server DHCP yang valid.

/ip dhcp-server alert

Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa konfigurasi DHCP Server pada MikroTik penting untuk memudahkan manajemen alamat IP di jaringan lokal. Dengan beberapa langkah sederhana menggunakan CLI, administrator dapat membuat pool alamat IP, mengatur server DHCP, dan menentukan parameter jaringan yang akan didistribusikan ke klien. Fitur tambahan seperti lease statis dan alert DHCP juga tersedia untuk manajemen jaringan yang lebih baik.

4. MEMONITOR DAN MENGELOLA KONEKSI INTERNET

Dari sumber MikroTik Documentation (2023), RouterOS menyediakan berbagai perintah untuk memantau status koneksi internet. Untuk koneksi PPPoE, perintah monitor sangat berguna untuk melihat detail koneksi secara real-time:

/interface pppoe-client monitor pppoe-isp
# Memantau status dan parameter koneksi PPPoE

Dari sumber Forum MikroTik (2018), untuk mengelola koneksi PPPoE yang ada, Anda dapat menggunakan perintah-perintah berikut:

/ppp active print
# Melihat daftar semua koneksi PPP aktif
/ppp active remove [find where name="pppoe-isp"]
# Memutus koneksi PPP yang aktif

Untuk koneksi DHCP Client, monitoring dilakukan dengan cara berikut:

/ip dhcp-client print detail

Dari sumber MKController (2025), untuk memonitor penggunaan bandwidth pada koneksi internet:

/tool torch interface=pppoe-isp
# Memantau trafik realtime pada interface koneksi internet (PPPoE)
/interface monitor-traffic pppoe-isp
# Alternatif untuk memantau lalu lintas pada interface tertentu

Untuk memeriksa konektivitas dengan server eksternal atau internet:

/ping 8.8.8.8
# Menguji konektivitas ke DNS Google
/tool traceroute google.com
# Melacak rute paket ke google.com

Dari sumber SystemZone (2021), ketika router MikroTik mendapatkan IP publik dari ISP (baik melalui PPPoE atau DHCP), disarankan untuk menerapkan aturan firewall untuk melindungi router dari serangan eksternal.

/ip firewall filter add chain=input connection-state=new src-address=!192.168.88.0/24 action=drop

Dari 3 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa monitoring dan pengelolaan koneksi internet pada MikroTik dapat dilakukan dengan berbagai perintah CLI yang menyediakan informasi detail tentang status koneksi, penggunaan bandwidth, dan konektivitas jaringan. Dengan tool seperti monitor, torch, ping, dan traceroute, administrator dapat dengan mudah mendiagnosis masalah koneksi dan memastikan kinerja optimal koneksi internet.

5. PENGUJIAN ARP DI DHCP SERVER

SERVICE IP pada MikroTik RouterOS
Tampilan topologi di gns3
Pengujian ARP di DHCP Server
Pengujian ARP di DHCP Server untuk mencegah akses IP ilegal

Pengujian ARP di DHCP Server memungkinkan Anda mencegah perangkat dengan IP yang diatur secara statis (tidak berasal dari DHCP server) mengakses gateway atau jaringan Anda. Ini dapat dilakukan dengan mengaktifkan opsi "Add-ARP" pada konfigurasi DHCP server.

/ip dhcp-server set [find name="dhcp-lan"] add-arp=yes
# Mengaktifkan fitur Add-ARP pada DHCP server

Salah satu metode terbaik untuk mengamankan jaringan MikroTik dari IP ilegal adalah dengan mengatur mode ARP interface ke "reply-only". Dengan mode ini, interface hanya akan merespons permintaan yang berasal dari kombinasi alamat IP/MAC yang terdaftar sebagai entri statis dalam tabel IP/ARP.

/interface ethernet set [find where name="ether2"] arp=reply-only
# Mengatur mode ARP pada interface LAN ke "reply-only"

Untuk melihat entri ARP yang terdaftar pada router:

/ip arp print

Pengujian dilakukan dengan mengkonfigurasi sebuah komputer menggunakan alamat IP statis dalam rentang jaringan LAN yang tidak terdaftar di DHCP server. Jika konfigurasi ARP security telah berhasil, perangkat tersebut tidak akan dapat berkomunikasi dengan gateway.

Perlu diingat bahwa konfigurasi DHCP server normal saja tidak cukup aman untuk jaringan Anda. Sebaiknya terapkan strategi DHCP server statis di mana alamat MAC harus disediakan untuk mendapatkan alamat IP dari server DHCP, dikombinasikan dengan strategi NAT IP tunggal.

Kesimpulan: Pengujian ARP di DHCP Server merupakan langkah penting untuk mengamankan jaringan dari akses IP ilegal. Dengan mengonfigurasi Add-ARP dan mode ARP reply-only, administrator dapat memastikan bahwa hanya perangkat yang diizinkan dengan kombinasi MAC dan IP yang valid yang dapat mengakses jaringan.

6. PENGUJIAN NEIGHBOR DISCOVERY

SERVICE IP pada MikroTik RouterOS
Tampilan topologi di gns3
Menyembunyikan Perangkat dengan Neighbor Discovery
Menyembunyikan perangkat MikroTik dari Neighbor Discovery

Neighbor Discovery adalah protokol yang memungkinkan kita menemukan perangkat yang kompatibel dengan MNDP (MikroTik Neighbor Discovery Protocol), CDP (Cisco Discovery Protocol), atau LLDP (Link Layer Discovery Protocol) dalam domain broadcast Layer2. Meskipun berguna untuk memetakan jaringan, fitur ini juga dapat menjadi risiko keamanan.

Jika MikroTik Anda terhubung ke internet dan MNDP masih berjalan, Anda mungkin mengekspos lebih banyak informasi daripada yang Anda pikirkan. Alamat MAC, identitas sistem, bahkan visibilitas perangkat Anda dapat bocor ke siapa saja yang melakukan pemindaian.

/ip neighbor discovery-settings set discover-interface-list=none
# Menonaktifkan Neighbor Discovery pada semua interface

Atau menggunakan metode per-interface:

/ip neighbor discovery set [find] discover=no
# Menonaktifkan Neighbor Discovery pada semua interface

Alternatif lain adalah menggunakan firewall untuk memblokir protokol MNDP:

/ip firewall filter add chain=output action=drop src-port=5678 protocol=udp comment="Block MNDP" disabled=no

Untuk memastikan perangkat MikroTik Anda tidak terlihat oleh orang lain, gunakan komputer lain dengan Winbox, klik tombol "Neighbors", dan verifikasi bahwa router MikroTik Anda tidak muncul dalam daftar.

Ketika Neighbor Discovery dinonaktifkan, ingat bahwa Anda juga tidak akan dapat menemukan perangkat MikroTik lainnya menggunakan fitur Neighbors pada Winbox. Anda harus menggunakan alamat IP untuk terhubung ke perangkat.

Kesimpulan: Menyembunyikan perangkat dengan menonaktifkan Neighbor Discovery adalah langkah keamanan penting, terutama jika MikroTik Anda dapat diakses dari internet. Meskipun terlihat seperti perubahan kecil, langkah ini bisa menghindarkan Anda dari masalah keamanan yang serius dengan mencegah orang lain melihat dan mendapatkan informasi tentang perangkat jaringan Anda.

DAFTAR PUSTAKA